Pencak Silat seringkali dianggap sebagai bela diri tradisional yang hanya populer di Asia Tenggara. Namun, Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri telah mematahkan stigma tersebut. Berkat kegigihan para instruktur dan keunikan tekniknya yang logis, PD telah berhasil menembus batas-batas geografis dan budaya, menjadikannya salah satu duta budaya Indonesia yang paling berpengaruh di dunia.
Awal Mula Ekspansi Global
Ekspansi internasional Perisai Diri dimulai pada dekade 1970-an, ketika banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri mulai memperkenalkan PD di kampus-kampus mereka. Salah satu pionir terpenting adalah pendirian cabang di **Australia** (Victoria dan New South Wales) yang kemudian berkembang sangat pesat. Masyarakat Australia sangat tertarik pada PD karena pendekatannya yang ilmiah dan sangat efektif untuk bela diri praktis, berbeda dengan bela diri lain yang cenderung kaku.
Jejak Global Perisai Diri:
Australia • Belanda • Inggris • Perancis • Jerman • Amerika Serikat • Timor Leste • Swiss
Diterima di Benua Eropa
Di Eropa, **Belanda** menjadi basis terkuat Perisai Diri. Hubungan sejarah yang panjang antara Indonesia dan Belanda memudahkan PD untuk diterima oleh masyarakat setempat. Instruktur-instruktur Indonesia secara rutin dikirim ke Eropa untuk memberikan workshop dan standarisasi teknik. Keunikan PD yang menggabungkan teknik tangan cepat Siauw Liem Sie dengan kelincahan langkah nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi praktisi bela diri di Eropa yang terbiasa dengan gaya bertarung linear.
Selain Belanda, PD juga berkembang di Inggris, Perancis, dan Jerman. Di negara-negara ini, PD tidak hanya diajarkan sebagai cara berkelahi, melainkan sebagai sebuah filosofi hidup dan sarana untuk mempelajari kebudayaan Indonesia. Banyak anggota PD di luar negeri yang akhirnya jatuh cinta pada Indonesia setelah mendalami nilai-nilai ksatria yang diajarkan di matras.
Diplomasi Melalui Silat
Bagi kami di PD Panghegar, eksistensi PD di kancah internasional adalah sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Ini membuktikan bahwa warisan Pak Dirdjo memiliki nilai universal yang melampaui bahasa dan ras. Silat telah menjadi alat diplomasi budaya yang sangat ampuh. Saat seorang warga negara asing memakai seragam PD dan memberikan hormat ksatria, di sanalah martabat bangsa Indonesia dijunjung tinggi.
Kami mendidik siswa-siswa kami di Panghegar untuk memiliki wawasan global. Kami ingin mereka tahu bahwa saat mereka berlatih di Bandung, mereka adalah bagian dari komunitas besar dunia. Suatu saat nanti, mereka memiliki peluang untuk berlatih atau bahkan mengajar di cabang-cabang internasional kami, membawa nama baik Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Mari lestarikan warisan dunia ini. Bergabunglah bersama Perisai Diri Panghegar, di mana tradisi lokal bertemu dengan prestasi global. Jadilah ksatria yang tidak hanya tangguh di kandang sendiri, tapi juga diakui oleh dunia.
Jadilah Bagian dari Komunitas Global
Pelajari bela diri asli Indonesia yang telah diakui oleh dunia internasional. Daftar kelas trial Anda sekarang juga.
Hubungi via WhatsApp